Kamis, 08 April 2010
Amerika Lawan Cina: Pertarungan strategi
Kebijakan keamanan nasional Cina untuk meningkatkan dana militernya, sadar atau tidak justru menjadi salah satu sumber ancaman bagi Cina dan warga negara yang tidak akan pernah berakhir, karena disaat negara-negara lain mempersepsikannya secara negatif mereka kemudian akan mengambil tindakan yang sama untuk menyeimbangkan posisi kekuatan, Cina yang dari awal sudah mempersepsikan dirinya “dikepung” oleh kekuatan militer AS dan sekutunya, akan menaikkan dana militernya ke angka yang lebih besar, dan negara-negara yang merasa terancam akan meingkatkan dana militernya juga. Mengacu pada konsep aksi reaksi, maka proses ini akan terus berlangsung dan berulang tidak akan berhenti kecuali pada satu waktu tertentu mencapai titik kulminasi karena ada salah satu pihak yang menjadi trigger dan memicu terjadinya arms race.
Segi ekonomi apa yang dilakukan Cina ini bisa dipahami sebagai usaha Cina untuk membuka pasar baru bagi produk-produk yang mereka hasilkan. Karena sebagaimana ekonomi Amerika belakangan ini semakin lama semakin tidak sehat karena begitu bergantung pada konsumsi, ekonomi Cina juga juga tidak sehat, tapi dengan alasan yang berbanding terbalik dengan Amerika. Ekonomi Cina tidak sehat karena justru sangat tergantung pada produksi tanpa didukung oleh kemampuan konsumsi yang memadai.
Gerakan Renaisans menggiring manusia untuk memper-Tuhan kekuasaan dan kekayaan. Akibatnya adalah pergeseran ekonomi masyarakat menuju pergulatan dalam mencari kekuatan, atau modal dalam istilah ekonomi. Pergulatan untuk mendapat kentungan dan kekuasaan yang lebih besar adalah inti dari pandangan kapitalis yang dipelopori oleh Adam Smith. Keagresifan Cina ini bisa jadi semakin membuat gusar Amerika karena faktanya selama ini, sejarah menunjukkan, dari semua musuh Amerika, hanya Cinalah yang benar-benar bisa membuat Amerika limbung.
Pada kenyataannya, persaingan dalam istilah masyarakat kapitalis, berarti pemanfaatan seluruh daya untuk menguras tenaga dan mengurangi pendapatan kaum buruh. Menurut Toynbee, pada pertengahan abad ketujuh-belas, Inggris menggunakan Serikat Buruh (Trade Union) dan peraturan pabrik untuk mencegah terjadinya dampak-dampak buruk tersebut. Namun, sayangnya, kedua kekuatan itu oleh David Ricardo dianggap sebagai endapan sistem tirani kuno yang menguntungkan pihak tertentu. Sehingga, setelah era Ricardo, persaingan telah diyakini sepenuhnya sebagai hukum universal perekonomian. Dari ‘hukum universal’ tersebut semua resep-resep praktik diturunkan dan ekonomi yang mutlakpun dikumandangkan. Dari hukum itu pula, revolusi industri mendapatkan pengukuhan alaminya. Sehingga beberapa saat kemudian, semua jenis pertarungan ekonomi dilegalkan dan dianggap sekadar sebagai ‘efek sampingan’ dari kemajuan manusia yang wajar terjadi.
Secara kultur Cina sangat dipengaruhi oleh pemikiran konfusianisme, yang selalu menekankan harmonisasi dan holistik. Hal ini kemudian diterjemahkan para pemimpin Cina dalam One China Policy, didukung juga oleh rasa nasionalisme. Kemudian dasar sifat sistem internasional adalah anarki yang tertib dan hirarki yang didukung oleh aturan-aturan dan hukum internasional. Sifat dasar interaksi antar negara yakni kompetitif dan kadang-kadang konflik tetapi lebih sering bersifat kerjasama pada bidang ekonomi dan isu-isu lainnya yang selama ini digunakan oleh Amerika Serikat. Cina tidak mengikuti gaya permainan Amerika Serikat hal itu yang menyebabkan Cina menjadi maju.
Contoh yang dapat diambil seperti Cina berhasil memaksa Inggris dan Portugis mengembalikan Hong Kong dan Makau kepada mereka, Cina berhasil menggerogoti pengaruh Amerika di Asia Tenggara. Cina juga berhasil menggoyang loyalitas sekutu Amerika, contohnya Australia yang takut ekspor bajanya terganggu secara nyata mengatakan kalau mereka tidak akan ikut-ikutan kalau Amerika berperang melawan Cina.
Nilai liberal yaitu kebebasan individu adalah di atas segalanya. Liberalisme memiliki sebuah program yang positif atau pandangan yang progresif dari sifat alamiah manusia. Kaum liberal percaya bahwa adalah hal yang mungkin untuk memperoleh perubahan yang positif dalam hubungan internasional. Konsep liberal dari saling ketergantungan dan masyarakat dunia menyarankan bahwa dalam batas-batas dunia yang kontemporer antara negara-negara menjadi dengan mudah dapat ditembus.
Kondisi dunia yang lebih cenderung ke arah liberalisme menyebabkan suatu perubahan terhadap negara-negara yang akan berkuasa. Democracy promotion adalah strategi yang diadopsi oleh pemimpin negara-negara barat dan institusi-institusi Khususnya Amerika Serikat untuk menggunakan alat-alat dari kebijakan luar negeri dan ekonomi untuk menyebarkan nilai-nilai liberal. Yang,seharusnya membuat sebuah hubungan eksplisit antara pengaruh yang saling menguatkan dari demokratisasi dan pasar terbuka akhirnya mengkhianati Amerika Serikat.
Dalam Pidato Presiden Barack Obama akhirnya merangkul Amerika untuk kemajuan dan dominasinya terhadap dunia Internasional. Presiden Amerika Serikat Barrack Obama mengimbau kerjasama luas dalam bidang ekonomi, mengatakan hubungan antara Amerika Serikat dengan Cina 'sama pentingnya' dengan hubungan lainnya di dunia. Demikian Obama ketika membuka pertemuan dengan para pejabat Cina di Washington. Konperensi dua hari itu mencakup rangkaian topik, mulai dari pemulihan ekonomi global sampai perubahan iklim. Juga akan ada pembicaraan mengenai hak hak azasi manusia.
Cina juga bersikukuh pada posisi bahwa negara-negara kaya harus menyediakan bantuan keuangan dan transfer teknologi kepada negara-negara sedang berkembang, untuk membantu mereka mengurangi emisi. Isu-isu seperti ini tidaklah mudah dipecahkan dan saya tidak berharap akan ada terobosan dalam isu perubahan iklim . Hal ini yang akhirnya harus ditanggung oleh Amerika Serikat untuk menjalin perdamaian dengan Cina.
Tidak berhenti dengan sikap yang bersahabat Amerika pun bertindak secara lebih dengan melakukan intervensi-intervensi tidak langsung terhadap keamanan di Cina. Seperti Faktanya kapal ini hanya berada sejauh 75 mil dari Pulau Hainan, yang merupakan markas angkatan laut dan udara Cina, dan pusat pengembangan militer Cina. Jelas hal ini merupakan ancaman militer yang riil bagi keamanan nasional Cina, karena AS berusaha memata-matai kegiatan militer Cina. Tanggapan Cina juga tidak kalah agresif dengan menurunkan 5 kapal patrolinya untuk mengusir kapal AS tersebut. Kejadian ini dianggap menjadi peringatan Cina bagi seluruh dunia untuk tidak masuk ke dalam wilayah Cina tanpa ijin.
Setelah kejadian ini, Cina semakin intens meningkatkan kekuatan angkatan lautnya (navy), terbukti 5 hari setelah peristiwa tersebut, Cina meresmikan kapal perang terbesar No. 311 milikinya yang akan bertugas untuk melakukan patroli jalur ZEE Cina, di perairan Laut Cina Selatan .Akhirnya mengakibatkan negara Cina harus berhadapan dengan Interdependence sebuah kondisi dimana negara-negara (atau orang-orang) dipengaruhi oleh keputusan yang diambil oleh yang lainnya. Interdependence dapat simetris, dimana menyusun aktor yang dipengaruhi secara bersamaan, atau dapat secara asimetris, dimana pengaruhnya beragam antara aktor-aktor.
Amerika dan Cina terjebak dalam mereka dalam satu persatuan bangsa di blok oleh system imperial yang tidak demokratis. Disinilah jawaban menurut mereka adalah demokrasi liberal, rezim yang berlandas konstitusi serta national self determination. Akan tetapi keadaan ini menyebabkan negara-negara untuk tidak mengambil jalan untuk berperang sebagai sebuah alat untuk penyelesaian perselisihan internasional.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar