
Geopolitik adalah melihat dunia dengan informasi-informasi seperti map, table ataupun foto. Geopolitik juga menawarkan begitu banyak bentuk pandangan dengan menggunakan deskripsi geografi, metafora, ataupun template seperti tirai besi ataupun negara dunia ketiga. Kedua kita melihat geopolitik menghasilkan pemahaman tertentu seperti kelompok masyarakat dan akhirnya memahami identitas itu terbentuk.
Klaim terhadap suatu negara terbentuk karena adanya fenomena globalisasi, relevansi wilayah, batas-batas internasional dan klaim terhadap sebuah kedaulatan. Dalam geopolitik kita akan mengeksplorasi bagaimana dunia terbagi menjadi zona-zona yang khusus. Hal-hal ini dilakukan untuk mendapat informasi untuk sebagai bahan pertimbangan pembuatan kebijakan luar negeri. Dalam hal ini kita juga akan melihat bagaimana mereka mendapatkan definisi-definisi yang didapat dari dunia internasional. Contohnya seperti ‘Third World’ untuk mendefinisikan negara-negara miskin.
Menurut kaum realis, negara adalah aktor utama karena memiliki kedaulatan. dengan kedaulatan ini berarti keberadaan negara sebagai aktor utama tidak dapat diganggu gugat. Akan tetapi akibat dari Liberalisme yang berkembang saat ini menyebabkan perubahan dalam sistem kedaulatan. Seperti kita ketahui kedaulatan dibagi menjadi dua yaitu.
Kedaulatan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan sifatnya, yaitu: intertnal sovereignty dan external sovereignty. Kedua hal ini yang harus dipertahankan oleh negara akan tetapi, akibat dari zaman yang terus berkembang terjadilah complex interdependence , semuanya tidak berlaku lagi karena: pertama, hubungan antar negara bukan lagi hanya dilakukan oleh pemimpin negara saja; terdapat hubungan berbagai aktor dan cabang pemerintah yang berbeda. Kedua, ada host hubungan transnasional antar individu dan kelompok di luar negara. kekuatan militer juga tidak lagi digunakan.
Akan tetapi sifat dominan suatu negara masih ada karena self help . Self-help, dalam suasana yang anarki di mana konflik setiap saat dapat muncul, tidak ada yang bisa membantu kecuali diri sendiri. Cara setiap negara untuk menolong dirinya sendiri itu berbeda-beda tergantung bagaimana situasi yang dihadapi. Seperti saling membuat aliansi diantara negara-negara yang memiliki kepentingan yang sama sehingga tercapailah suatu kondisi keseimbangan kekuatan (balance of power).
Adaptasi suatu negara untuk terus berjuang membuat hal tersebut menjadi objek yang terus berkembang. Bentuknya seperti realisme versus liberalisme. Sifat negara yang mencari power dengan membuat negara melakukan Desentralisasi. Desentralisasi adalah kewenangan yang dilimpahkan kepada tingkat bawah misalnya dalam surat kabar, radio, majalah serta berita di televisi dapat digunakan oleh suatu negara.
Desentralisasi dilakukan untuk menjejakkan identitas di tengah-tengah maraknya arus informasi daan globalisasi. Benturan dan pergulatan antara jati diri dengan pengaruh asing, modernisasi menjadi fenomena yang perlu tidak mudah untuk diatasi. Desakan muatan-muatan global telah merambah keruang-ruang publik lokal hingga sampai pada hal-hal yang dianggap privat.
Hal-hal ini menjadi tantangan bagi negara untuk mempertahankan kedaulatannnya dengan kebijakan untuk membangun kemandirian masyarakat serta memotori kekuatan nasionalisme dalam diri masyarakatnya. Melakukan pendekatan secara Internal menuju eksternal adalah hal yang paling mungkin dilakukan suatu negara. Identitas negara masih mempunyai dasar yang kuat dalam suatu masyarakat. Akan tetapi yang harus diwaspadai adalah munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antar perilaku sesama warga masyarakat. Tingginya sikap indivudualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan suatu negara.
Hal yang diungkapkan adalah mekanisme pertahanan yang sebaiknya dilakukan oleh suatu negara. Dengan mempelajari Geopolitik kita juga bisa membuat mekanisme penyerangan suatu negara lainnya. Ada istilah-istilah seperti “Tirai Besi” atau “Axis of Evil” bagaimana dihasilkannya pemahaman seperti itu. Penekanan suatu negara terhadap negara lainnya denga power yang dimiliki suatu negara,akan tetapi bisa juga hak-hak pembelaan terhadap suatu negara akibat seperti diserang ataupun dijajah. Pelanggaran Ham menjadi marak seperti yang di ungkapkan diatas.
Pertambahan kajian yang terjadi di dunia internasional yang bersifat High Politics menjadi Low Politics. Lingkup bidang kaji yang semakin meluas membuat suatu negara menjadikan dirinya suatu subjek yang dapat bersifat menfitnah ataupun membelas kasihan terhadap negara lainnya. Menfitnah seperti yang dilakukan Amerika terhadap Irak selama pemerintahan Saddam Hussein di Irak. Sikap kepedulian negara yang muncul akibat penderitaan negara lainnya. Hal ini dapat menimbulkan memunculkan usaha mengurangi penderitaan negara lainnya. Akan tetapi bentuk sikap yang nyata dari masyarakat Irak akhirnya membentuk sikap lain akibat perbedaan pendapat yang dikemukakan oleh masyarakat didalamnya.
Security dilemma pun terjadi dalam hal ini. Konteksnya antara berbuat baik ataupun berbuat jahat menjadi sikap yang membingungkan bagi suatu negara,mengingat negara harusnya dapat mempengaruhi suatu masyarakat negara lainnya agar berpihak padanya. Peran negara untuk memanfaatkan kekuatan liberalisme adalah yang ditonjolkan dalam hal geopolitik ini. Bagaimana negara bertindak memperluas dominasi-dominasi secara struktural masyarakat dinegara sendiri maupun dinegara lainnya.