Sebuah acara yang diselenggarakan di Jatinangor atau tepatnya di kafe Ngemong ini sedikit mendapat musibah dengan padamnya listrik. Berhentikah acara ? tentu saja tidak dengan semangat yang berlebih dan modal gitar akustik acara ini dimulai. Acara dimulai dengan performace dari Deu’galih yang sanggup membangkitkan suasana mistik malam itu. Lagu-lagu folk dari Deu’galih yang membius penonton malam itu dibawakan dengan mantap. Harus diakui galih adalah local artist paling bagus di daerah jatinangor. Dilanjutkan dengan aksi teatrikal experimental dari AKU sebuah band yang bergerak di bidang cipta karya Noize ini.
Kemampuan mereka untuk membuat penonton awam terkesima campur kebingungan dapat dilihat dari beberapa wajah teman saya. Prediksi lain sih melihat gue dengan santainya melahap omelet dengan ganas dengan ditemani aksi teatrikal ini. Kelanjutan acara ini di isi oleh Rizal Abdul Hadi yang sanggup membuat saya merangsek kedepan untuk melihatnya lebih jelas , walaupun harus dihiasi oleh putusnya tali senar. Harus diakui padamnya listrik ini dan hanya dibantu oleh lilin acara semakin khusyuk dan lebih bersahaja. Dan, performance terakhir dari The Trees & The Wild yang ditunggu oleh para penonton yang sanggup mengundang brewing(baca cewek) dan saya untuk lebih mendekat kearah mereka.
Performance terakhir ini bisa dibilang paling mendapat sambutan mengingat mereka lagi dibicarakan scene indie akhir-akhir ini. Selain lagu-lagu dari album Trees & The Wild sebuah lagu Nirvana juga dicover oleh mereka dengan nekat. ‘Dekat’ hal yang dapat disimpulkan dari gigs ini dilihat dari aktraksi penonton dengan yang tampil malam itu. Ternyata masih ada hikmah dibalik padamnya listrik malam itu.
gw ikutan nge-review yah, Mon.. ga panjang.. cuma 1 kata yang gw pake:
BalasHapus1. Deu'galih : KHIDMAT
2. AKU : AJAIB
3. Rizal Abdul Hadi: TAKJUB
4. TTATW : GANTENG!
.:UCILTAMPAN:.